Kuratorial PONTIANAK AQUAREL

 

Pontianak Aquarel

KURATORIAL
Pameran Cat Air dan Instalasi Seni | 25 – 29 November 2026
PONTIANAK AQUAREL: Narasi Air dalam Budaya Urban Pontianak
TUMPANG TINDIH RUANG ANTARA SUNGAI DAN KOTA

Prolog
Kota tidak pernah tumbuh di ruang yang kosong. Ia dibangun di atas lanskap yang lebih dahulu memiliki kehidupan, hukum ekologis, ingatan, dan kebudayaannya sendiri. Di Pontianak, lanskap itu adalah air.

Sungai Kapuas dan Sungai Landak merupakan fondasi kehidupan sosial, ekonomi, dan kebudayaan Pontianak. Dari sungai, permukiman tumbuh, perdagangan bergerak, interaksi sosial terbentuk, dan pengetahuan lokal diwariskan. Air bukan sekadar lanskap kota, melainkan bagian mendasar dari sejarah dan identitas masyarakatnya.

Perkembangan kota Pontianak melalui pembangunan infrastruktur, kawasan komersial, dan ekspansi permukiman menghadirkan ketegangan dalam keberlanjutan sungai. Kota terus memperluas ruangnya, sementara sungai memiliki batas ekologis yang tidak dapat diabaikan. Keduanya saling bergantung, namun pembangunan tidak selalu mampu mengakomodasi kepentingan ekologis, sosial, ekonomi, dan kultural secara seimbang.

Di sinilah paradoks pembangunan muncul: kota berkembang secara fisik, tetapi berisiko melemahkan fondasi ekologis dan kultural yang menopang kehidupannya sendiri. Kebudayaan urban Pontianak terbentuk di tengah ketegangan antara tradisi dan modernitas, antara kebutuhan pertumbuhan dan batas alam, serta antara kepentingan pembangunan dan keberlanjutan kehidupan. Persoalannya bukan menolak pembangunan, melainkan mempertanyakan model pembangunan yang belum mampu menempatkan sungai dan kota sebagai satu kesatuan ekosistem kehidupan.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Pameran PONTIANAK AQUAREL: Narasi Air dalam Budaya Urban Pontianak menghadirkan air bukan semata-mata sebagai objek keindahan, melainkan sebagai penanda perubahan, konflik kepentingan, dan identitas kota yang terus dinegosiasikan. Melalui lima puluh karya seniman lintas generasi, sungai dibaca sebagai ruang hidup, memori kolektif, sekaligus lanskap yang memperlihatkan konsekuensi pembangunan terhadap lingkungan dan kebudayaan urban.

Medium cat air (aquarel) menjadi artikulasi artistik atas dialektika tersebut. Transparansi, aliran, dan tumpang tindih warna merepresentasikan pertemuan berbagai kepentingan yang membentuk wajah Pontianak. Melalui karya-karya ini, pameran membuka ruang refleksi kritis mengenai apa yang bertahan, apa yang berubah, dan apa yang perlahan kehilangan tempat dalam perkembangan kota.

Pada akhirnya, pameran PONTIANAK AQUAREL ini mempertanyakan masa depan Pontianak: apakah pertumbuhan kota harus terus berlangsung dengan mengorbankan ruang hidup sungai, atau mungkinkah pembangunan dapat mendukung keberlanjutan dan merawat identitas kultural masyarakatnya?

Ketika sungai kehilangan ruang hidupnya, kota bukan hanya kehilangan keseimbangan ekologis, tetapi juga sebagian dari ingatan dan kebudayaan yang membentuk dirinya. Melalui pameran cat air, PONTIANAK AQUAREL menghadirkan dialektika yang belum selesai, tentang air dan kota Pontianak yang saling bertabrakan, saling menindih, dan terus berebut ruang dalam membangun identitas budaya dan masa depan kota Pontianak.

Pontianak, 20 Oktober 2026
Puji Rahayu, S.Sn.


Tertarik dengan karya Kuratorial PONTIANAK AQUAREL ini?
Klik tombol di bawah agar terhubung ke whatsapp Admin.


Hubungi Admin
Posting Komentar