Press Release BORNEO METAMORFOSA 2026

Press Release Pameran Seni rupa BORNEO METAMORFOSA  se Kalimantan 2026

PRESS RELEASE PAMERAN SENI RUPA BORNEO METAMORFOSA: Studi Folklore Melalui Ruang Rupa Berkelanjutan

Informasi Pameran
Judul: BORNEO METAMORFOSA 2026: Studi Folklore Melalui Ruang Rupa Berkelanjutan
Waktu: 25–29 Agustus 2026
Tempat: Gedung Wawasan Nusantara, Museum Provinsi Kalimantan Barat
Penggagas: Puji Rahayu, S. Sn.
Bekerjasama dengan UKM. Sarang Semut Untan Pontianak
Peserta: Seniman se-Kalimantan
Kontak: 0811-5686-866
Jumlah karya: 30 karya seni rupa
Tema: Tradisi, folklore, modernitas, transformasi budaya, dan keberlanjutan.

BORNEO METAMORFOSA 2026: Membaca Tradisi Kalimantan dalam Dialektika Modern

PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT - Pameran seni rupa BORNEO METAMORFOSA 2026: Studi Folklore Melalui Ruang Rupa Berkelanjutan akan berlangsung pada 25–29 Agustus 2026 di Gedung Wawasan Nusantara, Museum Provinsi Kalimantan Barat. Pameran yang digagas oleh Puji Rahayu, S. Sn., seniman perempuan asal Pontianak, ini menghadirkan 30 karya seni rupa dari seniman-seniman se-Kalimantan.

Pameran Seni Rupa BORNEO METAMORFOSA 2026 berangkat dari gagasan bahwa tradisi bukanlah warisan yang berhenti pada masa lalu. Tradisi merupakan pengetahuan budaya yang terus bergerak, diwariskan, ditafsirkan ulang, dan beradaptasi mengikuti perubahan zaman. Melalui perspektif folklore, pameran ini membaca tradisi Kalimantan secara lebih luas, tidak hanya sebagai cerita rakyat atau mitologi, tetapi sebagai sistem pengetahuan yang mencakup simbol, ritual, kepercayaan, bahasa visual, hubungan manusia dengan alam, serta ingatan kolektif yang membentuk identitas budaya.

Pameran ini mempertemukan unsur-unsur tradisi dengan praktik seni rupa kontemporer. Berbagai simbol, mitologi, ornamen, ritual, lanskap, hingga nilai-nilai budaya Kalimantan diterjemahkan kembali melalui bahasa visual dan medium yang beragam. Karya-karya yang hadir tidak dimaksudkan sebagai pengulangan bentuk tradisional secara literal, melainkan sebagai hasil pembacaan, penafsiran, dan transformasi terhadap tradisi dalam konteks kehidupan hari ini.

Di sinilah “metamorfosa” menjadi gagasan utama pameran. Perubahan tidak dipandang sebagai hilangnya identitas, tetapi sebagai proses yang memungkinkan kebudayaan tetap hidup dan relevan. Tradisi dapat berubah bentuk, medium, fungsi, bahkan makna, namun tetap membawa jejak pengetahuan dan nilai budaya yang menjadi akar pembentuknya.

Modernitas membawa perubahan sosial yang tidak terhindarkan melalui perkembangan teknologi, urbanisasi, mobilitas masyarakat, dan globalisasi. Perubahan tersebut turut memengaruhi cara masyarakat memandang dan menjalankan tradisinya. Sebagian tradisi mengalami pergeseran fungsi, sebagian lainnya berhadapan dengan risiko kehilangan makna, sementara sebagian yang lain justru menemukan ruang hidup baru melalui teknologi dan praktik seni kontemporer.

BORNEO METAMORFOSA 2026 menempatkan perubahan tersebut sebagai ruang dialog. Pameran ini mempertemukan masa lalu dan masa kini, lokal dan global, adat dan kehidupan modern, manusia dan alam, serta ingatan budaya dan masa depan. Ketegangan di antara berbagai kutub tersebut tidak dipandang sebagai ancaman semata, melainkan sebagai proses negosiasi yang memungkinkan lahirnya tafsir dan bentuk budaya baru.

Melalui karya-karya yang dipamerkan, publik diajak melihat sejauh mana tradisi Kalimantan mengalami perubahan: apa yang masih bertahan, apa yang bergeser, apa yang kehilangan fungsi, dan nilai-nilai baru apa yang muncul ketika tradisi berhadapan dengan dunia yang terus berubah. Dengan demikian, BORNEO METAMORFOSA 2026 tidak sekadar menghadirkan karya seni yang mengambil inspirasi dari budaya Kalimantan. Pameran ini menjadi ruang refleksi mengenai bagaimana identitas budaya dibangun, dinegosiasikan, dan diteruskan ke masa depan melalui praktik kreatif.

Pada akhirnya, keberlanjutan budaya tidak selalu berarti mempertahankan bentuk lama secara utuh. Keberlanjutan justru dapat berlangsung melalui kemampuan menafsirkan kembali dan menghidupkan tradisi sesuai dengan kebutuhan zaman. BORNEO METAMORFOSA 2026 menghadirkan seni rupa sebagai ruang perjumpaan antara ingatan budaya, perubahan zaman, dan masa depan Kalimantan yang terus bergerak.

BORNEO METAMORFOSA 2026 mengajak publik untuk tidak hanya melihat tradisi sebagai sesuatu yang harus dikenang, tetapi sebagai pengetahuan hidup yang terus bergerak, berubah, dan menemukan bentuk barunya di tengah zaman.

Rundown Kegiatan Pameran Seni Rupa BORNEO METAMORFOSA se Kalimantan 2026


Daftar Seniman pada Pameran Seni Rupa BORNEO METAMORFOSA se Kalimantan 2026


Tertarik dengan karya Press Release BORNEO METAMORFOSA 2026 ini?
Klik tombol di bawah agar terhubung ke whatsapp Admin.


Hubungi Admin
Posting Komentar