NUN karya Puji Rahayu
| Harga | Rp. 10.000.000,- |
| Judul | NUN |
| Media | Cat Akrilik, Kertas Tempat Telur di atas Triplex |
| Ukuran | 16x120x5cm |
| Tahun | 2023 |
| Stok | Tersedia |
Narasi Karya
Huruf “NUN”, sebagai huruf pertama dalam kata “NUR” yang menjadi simbol awal penciptaan sekaligus pengingat akan asal-usul manusia. Kehadiran manusia lahir dari kasih sayang Ilahi, membawa fitrah kesucian sebelum kemudian terseret oleh perjalanan hidup yang perlahan menjauhkan dirinya dari sumber cahaya. Dalam perjalanannya, manusia merasa kokoh oleh pencapaian dan identitas yang dibangun, padahal hakikat dirinya tetap rapuh, seperti kertas tempat telur yang menjadi medium karya ini. Material sederhana yang mudah robek tersebut menyimpan metafora tentang kehidupan, sebagai gambaran hasrat manusia yang melindungi, merawat, sekaligus mengingatkan bahwa segala sesuatu pada akhirnya bersifat fana.
Konsep Penciptaan
Dalam tradisi tasawuf Islam, dikenal konsep bahwa penciptaan pertama adalah NUR (Nur Muhammad), sebagai cahaya pertama yang dipancarkan Allah SWT sebelum terciptanya ruang, waktu, dan semesta. Cahaya ini dipahami sebagai asal-usul segala yang ada, baik alam yang tampak maupun yang gaib, sekaligus sebagai manifestasi cinta Ilahi. Dari Nur inilah seluruh kehidupan memperoleh sumber keberadaan dan arah kembali.
Karya “NUN” berangkat dari pemahaman tersebut. Huruf “NUN”, sebagai huruf pertama dalam kata “NUR”, saya jadikan visual awal penciptaan sekaligus pengingat akan asal-usul manusia. Kehadiran manusia lahir dari kasih sayang Ilahi, membawa fitrah kesucian namun terseret oleh perjalanan hidup yang perlahan menjauhkan dirinya dari sumber cahaya. Dalam prosesnya, manusia merasa kokoh oleh pencapaian dan identitas yang dibangun, padahal, hakikat dirinya tetap rapuh, seperti kertas tempat telur yang menjadi medium karya ini. Material sederhana yang mudah robek tersebut menyimpan metafora tentang kehidupan, sebagai gambaran hasrat manusia yang melindungi, merawat, sekaligus mengingatkan bahwa segala sesuatu pada akhirnya bersifat fana.
Pilihan menggunakan kertas tempat telur bukan sekadar eksplorasi material, tetapi juga menghadirkan ingatan tentang ruang awal kehidupan. Sebagaimana telur menjadi simbol potensi dan kelahiran, wadahnya menjadi representasi perlindungan, kasih sayang, dan kerentanan yang menyertai kehidupan sejak awal keberadaannya. Tekstur yang berulang membentuk permukaan yang organik, memperlihatkan bahwa kekuatan sering kali justru lahir dari sesuatu yang sederhana, namun penuh kekuatan cinta.
“TITIK” di tengah huruf “NUN”, saya jadikan pusat pemaknaan dari komposisi karya secara keseluruhan, yang melambangkan Nur Ilahi: cahaya yang menjadi sumber petunjuk, kekuatan, dan asal dari seluruh ciptaan. Namun di tengah limpahan cahaya tersebut, manusia terus mempertanyakan Tuhan, mencari-Nya di tempat-tempat yang jauh, sementara kehadiran-Nya lebih dekat daripada yang mampu kita sadari. Cinta sering diucapkan, tetapi kehilangan arah kepada siapa cinta itu bermuara. Di situlah paradoks spiritual manusia: yang paling dekat terasa jauh, sementara yang dianggap jauh justru senantiasa hadir menemani.
Bentuk lengkung huruf NUN kemudian dihadirkan menyerupai sebuah bahtera, sementara elemen-elemen di bagian bawah menyerupai dayung yang mengisyaratkan bekal yang telah diberikan kepada manusia untuk mengarungi kehidupan. Namun sering kali manusia lebih sibuk mendayung mengikuti hasrat, ambisi, dan ego, hingga lupa pada tujuan pelayaran itu sendiri. Ketika perjalanan dipenuhi kegelisahan dan kehilangan arah, Tuhan kerap menjadi pihak yang dipersalahkan, padahal manusia sendirilah yang menjauh dari sumber cahaya yang membimbingnya.
Melalui karya NUN, saya mengajak penonton untuk berhenti sejenak, merenungkan kembali asal-usul dan tujuan keberadaan. Sebuah ajakan untuk pulang kepada fitrah sebelum waktu benar-benar habis, mengenali diri agar dapat mengenali Sang Pencipta.
Tertarik dengan karya NUN karya Puji Rahayu ini?
Klik tombol di bawah agar terhubung ke whatsapp Admin.
Hubungi Admin
Kategori :
dekoratif,
mixed media,
- NUN karya Puji Rahayu - - Powered by Blogger. Jika ingin menyebarluaskan atau mengcopy paste artikel NUN karya Puji Rahayu, harap menyertakan link artikel ini sebagai sumbernya. Terima kasih.



